SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI SAYA, MEDIA EKSPRESI DAN BERBAGI...

Abu Hurairah

Siapakah dia?
  1. Nama dan identitas Abu Hurairah
Siapakah periwayat hadis paling mashur dari kalangan sahabat nabi? Semua orang tahu, dialah Abu Hurairah ad-Dausi. Namanya selalu paling banyak menghiasi kitab-kitab hadis sebagai periwayat mulia. Nama lengkapnya adalah AbdSyams bin ‘Amir bin ‘Adtsan bin Abdullah bin Zahran bin Kaab bin al-Haris bin Malik bin Nashr bin al-Azad. Ia lahir di Daus, sebuah wilayah di Yaman , pada tahun 19 SH ( Sebelum Hijrah ). Sahabat yang satu ini masuk islam ketika Rasulullah bertolak menuju Khaibar untuk menaklukkan kota tersebut dan menyebarkan agama islam.

Abu Hurairah masuk islam dengan suka cita dan penuh kerinduan pada kebenaran islam. Akan tetapi ada riwayat lain yang menyatakan bahwa Abu Hurairah masuk islam dibawah bimbingan Thufail bin ‘Amrad ad-Dausi dan tinggal di Daus hingga tahun 6 H (Hijrah) untuk kemudian ia pergi ke Madinah serta tinggal di kota tersebut hingga wafatnya.

Setelah ia masuk islam, Abu Huraurah diberi nama Abdurrahman oleh Rasulullah, karena beliau tidak ingin membiarkan nama Jahiliyyah pada dirinya, yaitu “AbdSyams” ( hamba matahari ).

Mengapa sahabat yang mulia ini lebih dikenal dengan nama Abu Hurairah, padahal nama aslinya bukan itu? Ya, ia lebih terkenal dengan kunyah (julukan) Abu Hurairah, yang berarti “bapaknya kucing”. Mengenai hal ini, Usmah bin Zaid menceritakan dari Abdullah bin Rafi’ berkata,”aku bertanya kepada Abu Hurairah, “ mengapa engkau dipanggil Abu Hurairah?” ia pun menjawab, “dulu, aku pengembala kambing milik keluargaku. Pada saat itu aku mempunyai seekor kucing kecil. Jika malam tiba, aku meletakkan dibawah sebuah pohon. Pada pagi harinya, aku menghampirinya, lalu bermain-main dengannya. Oleh karena itulah, Nabi memanggilku dengan nama Abu Hurairah.”



Akan tetapi, ada juga riwayat lain yang mengatakan bahwa Rasulullah pernah melihat seekor kucing di lengan Abu Hurairah, sehingga beliau memanggilnya, “Wahai Abu Hurairah.” Maksud dari panggilan Rasulullah mungkin, Yaa aba al-hir, yang artinya “wahai bapak si kucing.”

Bersambung...

Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar