“Monster” itu ternyata ada. Tapi bukan berwujud raksasa atau
alien, melainkan lubang hitam berukuran raksasa, terbesar yang pernah ditemukan
selama ini. Lubang misterius yang konon dapat menyedot segala benda di ruang
angkasa ini ditemukan di dalam kuasar paling terang sejagat raya.
Benda langit raksasa itu ditemukan sekelompok ilmuwan
gabungan dari University of Arizona, Amerika Serikat, dan Peking University,
Cina. “Ini dapat menjawab teka-teki tentang teori evolusi lubang hitam dan
kuasar atau bintang mati di alam semesta awal setelah Big Bang pada 13,7 miliar
tahun lalu,” kata Xiaohui Fan, profesor astronomi dari Arizona Steward
Observatory. “Namun juga menimbulkan pertanyaan bagaimana sesuatu yang begitu
besar dan terang terbentuk sedemikian awal, hanya 900 juta tahun setelah Big
Bang?”
Seperti diberitakan Sciencedaily, kuasar raksasa tersebut ditemukan oleh Feige Wang,
mahasiswa doktoral dari Peking University. Dia menemukan kuasar itu menggunakan
teleskop Lijian 2,4 meter.
Menyusul penemuan awal, dua teleskop yang lebih canggih di
Arizona selatan digunakan untuk menentukan jarak dan massa lubang hitam. Yakni
teleskop binokular besar 8,4 meter di Gunung Graham dan teleskop cermin ganda
6,5 meter di Gunung Hopkins. Teleskop Magellan 6,5 meter di Las Campanas
Observatory, Cile, dan teleskop Gemini 8,2 meter di Mauna Kea, Hawaii, juga
dikerahkan untuk memperkuat bukti temuan.
Hasil penelusuran tersebut mengungkap bahwa kuasar dan lubang
hitam berlabel SDSS J0100 + 2802 ini memiliki 12 juta kali massa matahari dan
420 triliun kali lebih terang. Sebagai perbandingan, lubang hitam yang berjarak
12,8 miliar tahun cahaya dari bumi ini jauh lebih terang daripada kuasar yang
ada di Galaksi Bima Sakti, yang memiliki massa 4 juta kali matahari. “Lubang
hitam yang memasok energi kuasar ini juga 3.000 kali lipat lebih berat,” ujar
Fan.
Fan mengatakan, kuasar ultracahaya dengan lubang hitam
raksasa di tengahnya ini dapat menjadi ladang pengetahuan untuk mempelajari
proses pembuatan massa dan galaksi di sekitarnya. Terutama, ujar dia,
mempelajari sejarah alam semesta, tepatnya pada masa awal galaksi muncul.
Kuasar baru ini diperkirakan berasal dari masa berdekatan
dengan Zaman Reionization, yaitu awal terbentuknya cahaya dan galaksi, yang mengakhiri
kegelapan kosmik dan mengubah alam semesta menjadi seperti yang kita lihat
sekarang. Dengan ditemukannya kuasar raksasa tersebut, Fan optimistis dapat
membongkar lebih dalam proses pembentukan alam semesta. Temuan Fan dan
rekan-rekan penelitiannya diterbitkan dalam jurnal Nature edisi 26 Februari 2015.
Xue-Bing Wu, profesor di Departemen Astronomi Peking
University, menyebut kuasar tersebut sangat unik. Sama seperti mercusuar, dia
menjelaskan, kuasar bersinar terang di alam semesta yang jauh. “Menyinari masa
depan alam semesta,” ujar Wu, yang tak tergabung dalam penelitian.
Wu pernah memimpin sebuah tim yang mengembangkan metode untuk
memilih kuasar di alam semesta jauh berdasarkan data optik dan inframerah
fotometrik. Dia mengambil data dari Sloan Digital Sky Survey dan Wide-Field
Infrared Explorer milik NASA.
*Sumber : Tempo


Tidak ada komentar:
Posting Komentar