SELAMAT DATANG DI BLOG PRIBADI SAYA, MEDIA EKSPRESI DAN BERBAGI...

TIK Untuk Pembangunan Desa Berkelanjutan

ICT (Information and Communication Technologies) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dapat dikembangkan untuk keperluan mencapai dan mewujudkan tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan. Definisi dan paradigma  ”Pembangunan” dalam satu hal selama ini cenderung didasarkan atas pengertian umum yaitu pembangunan yang bersifat ”top-down”, yaitu pembangunan dengan inisiatif dari atas, yaitu pemerintah sebagai penyusun rencana dan anggaran pembangunan dan pada umumnya ditujukan untuk menggenjot investasi dan menggapai pertumbuhan ekonomi tinggi. ”Pembangunan” di sisi lain juga dipahami bersifat ”bottom-up”, yaitu pembangunan dengan perencanaan berdasar aspirasi dan kebutuhan dari masyarakat dan lebih ditujukan untuk mengembangkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Paradigma pembangunan ini terutama mengidentifikasi metode yang efektif untuk pembangunan di negara-negara berkembang. TIK untuk Pembangunan Berkelanjutan diperkenalkan dengan penekanan pada pola pembangunan untuk memberdayakan dan mengangkat derajat kehidupan masyarakat miskin dan tertinggal, meningkatkan partisipasi masyarakat, meningkatkan kemandirian, menumbuhkan kembali semangat kebersamaan serta mendukung pembangunan berwawasan lingkungan.


Informasi dan komunikasi memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan. Di dalam melaksanakan pembangunan adalah sangat penting untuk mengelola informasi pembangunan dan mengkomunikasikannya kepada segenap pemangku kepentingan pembangunan, termasuk rakyat dan masyarakat banyak. Peran TIK yang didukung tata pemerintahan yang demokratis dan menjadi faktor penting untuk menjamin ketersediaan, keterbukaan dan penyebaran informasi kepada segenap lapisan masyarakat. Masyarakat harus lebih diberikan peran untuk mengisi maupun mengakses informasi, baik informasi yang bersifat lokal, regional hingga global. Pengelolaan informasi lebih diarahkan menggali aspirasi dan meningkatkan partisipasi masyarakat, serta sebaliknya disebarkan untuk tujuan memberdayakan dan mengembangkan semangat kebersamaan (collectiveness) masyarakat menuju kepada kemajuan bersama.

TIK untuk Pembangunan Berkelanjutan dikembangkan dengan beberapa fokus strategi sebagai berikut:

  1. Melibatkan dan meningkatkan interaksi para pemangku kepentingan, yaitu kalangan akademisi (ilmuwan sosial, pakar teknologi), praktisi teknologi, praktisi sosial, tokoh masyarakat, tokoh pengelola organisasi masyarakat, tokoh pemuda, masyarakat dari berbagai profesi, dan penduduk miskin. Kajian secara multidisiplin dengan memotret kehidupan ekonomi, sosial dan budaya masyarakat dilakukan secara terintegrasi dengan tahap pengembangan dan penerapan teknologi itu sendiri. Kajian dilakukan melalui proses yang aspiratif dan partisipatif. Solusi teknologi yang akan diterapkan harus lebih didasarkan kepada kebutuhan dan tantangan riil di masyarakat daripada kepentingan-kepentingan dari pembuat teknologi.
  2. Inovasi dan terobosan untuk memberikan solusi riil kepada masyarakat. Inovasi tidak hanya bersifat teknis, namun juga inovasi model bisnis baru dan stategi penerapannya di masyarakat. Inovasi radikal terkadang diperlukan untuk memprakarsai terobosan pemikiran menghadapi tantangan baru di masyarakat. Inovasi dan kreatifitas teknologi perlu didasarkan kepada usaha-usaha mengembangkan partisipasi, peluang usaha dan pemberdayaan masyarakat miskin dan tertinggal serta dapat diadaptasi untuk kebutuhan/ kondisi masyarakat lokal. Pengembangan teknologi (R&D) dilakukan dengan mempertimbangkan relevansi, efektifitas, skalabilitas, dan keberlanjutan finansial dan sosial.
  3. Membangun struktur kelembagaan masyarakat sebagai dasar pola sosialisasi dan pemberdayaan. TIK dikembangkan untuk mendukung berkembangnya komunitas ekonomi dan sosial desa, antara lain koperasi petani/peternak/nelayan, keuangan mikro, industri desa dan rumah tangga, klinik desa, posyandu, pendidikan alternatif, pasar rakyat, desa wisata, kelompok wanita, organisasi pemuda, dll.
  4. Pelatihan dan pendampingan, termasuk membangun forum komunikasi di website, mendirikan pusat informasi dan komunikasi (Gardu Infokom) di desa, menyiapkan kader terlatih di desa, menyusun dokumentasi berupa buku petunjuk maupun CD tutorial, dan menyiapkan pusat layanan di tingkat nasional yang siap membantu pengguna layanan baik dari sisi teknis maupun pelayanan lainnya.
TIK adalah alat untuk menstimulasi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan melalui dimensi:

  1. Peningkatan efisiensi, efektifitas dan keberlanjutan
  2. Peningkatan transparansi informasi
  3. Peningkatan daya saing dan kemandirian
  4. Pengembangan kesempatan dan model bisnis baru
  5. Pemberdayaan masyarakat terutama masyarakat miskin dan tertinggal

Tujuan dari program TIK untuk Pembangunan Berkelanjutan terutama adalah membangun, mengembangkan dan menerapkan TIK untuk lapisan masyarakat yang selama ini tertinggal, yaitu terutama masyarakat berpendapatan menengah ke bawah, masyarakat miskin di perdesaan, sektor informal, usaha mikro dan kecil, sektor pertanian/ peternakan/ perikanan. Hasil (output) yang diharapkan adalah untuk dapat sekaligus mewujudkan komunitas Desa Pintar Hijau atau Green Smart Village yang bercirikan antara lain sebagai berikut :

  1. Terjadi proses transformasi sosial (social change) ke arah kemajuan di kawasan dan pemberdayaan (empowerment) ekonomi masyarakat desa yang ditandai dengan:
    1. Peningkatan pendapatan masyarakat
    2. Peningkatan peran dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan
    3. Peningkatan peluang usaha dan pemberdayaan sektor riil/informal (UMKM)
    4. Peningkatan akses masyarakat miskin kepada informasi lokal hingga global
  2. Terwujudnya kemandirian (self reliance) terutama kemandirian ekonomi, energy, dan informasi di kawasan melalui pemanfaatan sumber daya lokal dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)
  3. Berkembangnya semangat kebersamaan (collectiveness) terutama kesadaran kolektif dalam mengelola potensi-potensi sumber daya lokal menuju kemajuan bersama, melalui peningkatan peran kelembagaan dan kewirausahaan
  4. Terwujudnya pembangunan kawasan yang berkelanjutan (sustainable) yang berwawasan lingkungan dan iptek




Artikel Terkait

Tidak ada komentar:

Posting Komentar