Persamaan E = mc2,
teori elativitas umum, efek fotolistrik, dan gerak Brown, merupakan terobosan
yang membuat Albert Eistein menjadi fisikawan terkenal pada abad ke-20.
Terlebih lagi teori relativitas umum, yang pertama kali diterbitkan pada April
seratus tahun lalu, masih menginspirasi fisikawan hingga sekarang.
Namun, beberapa
terobosan tersebut hanya segelintir dari penemuan Einstein. Ada beberapa
pekerjaan lainnya yang diciptakan Einstein, hanya memang kurang dikenal oleh
banyak orang. Berikut ini beberapa penemuan Einstein yang dikutip dari laman
web Live Science:
1. Radiometer
Pada 1870-an,
Sir William Crooker, kimiawan asal Inggris mengembangkan alat penghasil cahaya
bernama radiometer. Alat tersebut berupa bola kaca, logam, dan beberapa
potongan persegi panjang yang dibentuk kincir angin. Cahaya akan keluar dari
proses gabungan antara berputarnya baling-baling dan cahaya matahari.
Lampu akan padam
ketika baling-baling berhenti. Einstein tertarik dengan benda tersebut. Ia pun
menghabiskan banyak waktu untuk mengetahui cara kerjanya. Akhirnya, Einstein
menemukan hal lain saat mengamati baling-baling: molekul cahaya yang
menghasilkan lebih banyak tekanan di ujung baling-baling.
2. Pendingin Einstein
Selain teori,
Einstein ternyata juga dikenal suka dengan hal-hal praktis. "Dia juga
sering bereksperimen menciptakan suatu alat," kata Daniel Kennefick,
fisikawan dari University of Arkansas, yang juga pengarang buku Travelling
at the Speed of Thought: Einstein and the Quest for Gravitational Waves.
Bersama
fisikawan asal Hungaria bernama Leo Szilard, Einstein mengembangan skema pendingin
baru yang tidak melibatkan kompresor dan dinamo. Idenya ialah memanfaatkan
skema pemanasan air. Saat mendidih, air berada pada suhu yang lebih rendah dan
bertekanan rendah.
Berlandaskan ide
ini, Einstein dan Szilard menempatkan sebotol butana pada pemanas dan
dipanaskan di bawah uap amonia yang memiliki tekanan rendah. Walhasil, keduanya
berhasil menciptakan pendingin tanpa kompresor. Pada 1930, skema pendinginan
ini kemudian dipatenkan Einstein.
3. Lensa Gravitasi
Ide ini tak
diciptakan langsung oleh Einstein. Adalah Rudy Mandl, insinyur muda asal Ceko,
yang menceritakan teori ini kepada Einstein. Mandl, yang pernah belajar teori
relativitas umum, percaya bahwa jika sebuah obyek dapat membelokkan cahaya di
sekitarnya jika obyek di tersebut cukup besar. "Menciptakan semacam lensa
gravitasi," kata Kennefick.
Einstein sendiri
belum pernah berpikir tentang teori tersebut. Tapi, setelah Mandl bercerita, ia
menghitung proses kerja ide tersebut. Akhirnya, teori lensa gravitasi ini
menjadi andalan astronomi modern dan dijadikan dasar untuk menemukan planet
ekstrasolar.
4. Bose-Einstein Condensate
Karya ini
Einstein ciptakan bersama Satyaendra Nath Bose, fisikawan asal India. Teori ini
metode untuk menghitung statistik foton (partikel cahaya). Einstein menyadari,
bahwa partikel seukuran rambut didinginkan di atas nol absolut (minus 273.15
derajat Celsius), maka partikel tersebut akan jatuh kembali ke posisi energi
rendah mereka.
Itu artinya,
kumpulan partikel sama dengan satu partikel besar, yang akan membentuk materi
baru. Teori ini dikenal dengan Bose-Einstein Condensate. Butuh waktu 70 tahun
bagi para ilmuwan untuk membuktikan keberadaan superfluida ini. Tapi, usaha
fisikawan tersebut diganjar Nobel pada 2001.
5. Grand Teori yang Belum Selesai
Satu-satunya
kegagalan Einstein mungkin tak pernah berhasil menciptakan teori yang
menyatukan keempat gaya fundamental, yakni gravitasi, elektromagnetik,
interaksi lemah, dan interaksi kuat. Dia menghabiskan waktu bertahun-tahun
untuk memecahkan ini. Sayangnya, dia wafat sebelum berhasil menorehkan namanya
sebagai penemu Grand Teori.
*Sumber : Tempo

Tidak ada komentar:
Posting Komentar