Buku catatan
bapak ilmu komputer dan kecerdasan buatan, Alan Turing, laku dijual di New York
dengan harga 1,025 juta dollar AS atau sekitar Rp 12,3 miliar. Buku setebal 56
halaman itu berisi catatan Turing tentang dasar-dasar notasi matematika dan
ilmu komputer. Buku tersebut juga merupakan satu-satunya manuskrip Turing yang
masih ada saat ini. Rumah lelang Bonhams New York yang menjual buku itu tidak
bersedia menyebutkan nama pembelinya. Hasil penjualan akan disumbangkan ke badan
amal.
Alan Turing,
seperti diceritakan dalam film yang meraih penghargaan Oscar, The
Imitation Game, merupakan pemecah kode Enigma Jerman pada masa Perang Dunia II.
Kode enigma mulai dikembangkan militer Jerman pada tahun 1920-an untuk
berkomunikasi lewat radio. Kode dibuat dengan mesin Enigma dan hanya bisa
dibaca oleh pihak yang memiliki alat pembacanya.
Saat Perang
Dunia II, Jerman atau Nazi menggunakan kode itu sebagai basis komunikasi
militer, misalnya komunikasi antar-kapal untuk menentukan arah gerak dan
sasaran serangan. Inggris yang merupakan anggota Sekutu berkepentingan untuk
memecahkan kode tersebut. Sekolah Kode dan Kriptologi Inggris di Bletchey Park,
Buckinghamshire, adalah salah satu pusat riset yang dahulu sibuk berusaha
memecahkan kode Enigma.
Turing pernah
bekerja di Bletchey Park. Di sanalah, pada tahun 1942, Turing menyusun
catatannya yang kini terdapat dalam buku yang dijual di Bonhams itu. Turing
meninggal pada usia 41 akibat bunuh diri setelah menjalani terapi hormon untuk
"menyembuhkan" homoseksualitas yang kala itu masih dianggap penyakit.
Sejak Turing
meninggal pada tahun 1954, buku catatan yang kini dijual itu disimpan oleh
matematikawan Robin Gandy. Selain buku catatan, Gandy juga memegang makalah-makalah
ilmiah milik Turing.
Sementara Gandy
menyerahkan seluruh makalah Turing ke Pusat Arsip di Kings College, Cambridge,
pada tahun 1977, ia tetap menyimpan buku catatan itu karena adanya pesan
pribadi yang ingin dijaganya sebagai rahasia.
Cassandra
Hatton, Direktur Departemen Sejarah Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, mengatakan
bahwa Turing berjasa besar. "Kita tak tahu berapa banyak nyawa yang bisa
diselamatkan. Pemecahan kode Enigma itu diperkirakan mempersingkat perang
hingga 2 tahun."

Tidak ada komentar:
Posting Komentar