Internet
dan Media sosial, tak dipungkiri lagi kehadirannya ditengah masyarakat, bahkan
di pelosok desa sekalipun. Semua orang kini dapat dengan mudah mengakses internet
dimanapun mereka berada. Dengan beragam gadget yang dimiliki, berselancar
internet jadi sesuatu hal yang mengasikkan tidak peduli latar belakang
penggunanya.
Home » All posts
Pembangunan Desa : Bottom–up Planning
Berbicara tentang pembangunan desa, selama ini sebagian diantara
kita terlalu terpaku pada pembangunan berskala besar (atau proyek pembangunan)
di wilayah pedesaan. Padahal pembangunan desa yang sesungguhnya tidaklah terbatas
pada pembangunan berskala “proyek” saja, akan tetapi pembangunan dalam
lingkup atau cakupan yang lebih luas. Pembangunan yang berlangsung di desa
dapat saja berupa berbagai proses pembangunan yang dilakukan di wilayah desa
dengan menggunakan sebagian atau seluruh sumber daya (biaya, material, sumber
daya manusia) bersumber dari pemerintah (pusat atau daerah), selain itu dapat
pula berupa sebagian atau seluruh sumber daya pembangunan bersumber dari desa.
Apa sesungguhnya pembangunan desa ?
Sepotong Masa Lalu
Hari ini suasana di jalanan kota terasa begitu asri. Setiap hari
aku melalui jalanan ini. Jalanan trotoar yang sudah menjadi pijakan langkah
kakiku selama 2 bulan lebih ini. Sinar mentari pagi yang menusuk di antara
sela-sela rimbunan dedaunan pohon. Aku merasa seperti berada di film-film Korea
atau Jepang yang akhir-akhir ini aku tonton. Mereka berlalu-lalang dengan
berjalan kaki persis seperti yang aku lakukan saat ini. Namun itu hanya
bayanganku saja. Tak seperti yang aku lihat di hadapanku sekarang ini. Hampir
semua orang berlalu–lalang dengan sepeda motor dan mobil pribadi mereka yang
berhambur dengan truk pengangkut pasir, truk barang, becak dan bus. Beginilah
kehidupan pagiku setiap hari. Seakan tak luput dari keramaian walaupun jarum
jam di tanganku masih menunjukkan pukul 6 pagi.
Summertime Sadness by Lana Del Rey
Kiss me hard before you go
Summertime sadness
I just wanted you to know
That baby, you're the best
Summertime sadness
I just wanted you to know
That baby, you're the best
Sekilas Riwayat Mbah Salman, Mursyid Bersahaja nan Kharismatik
Duka masih menggelayuti lingkungan Pesantren Al-Manshur Popongan
Tegalgondo Wonosari Klaten. Pengasuh pesantren tersebut, KH M Salman Dahlawi
wafat, Selasa (27/8) pukul 17.45 WIB, dalam usia 78 tahun. Kepergiannya membawa
duka yang mendalam bagi banyak pihak, khususnya bagi kalangan Jam’iyyah
Thariqah
Surat Untukku
Hari itu, hari Selasa siang. Sepertinya matahari tak mempunyai
cukup sinar untuk menerangi bumi pada hari Selasa itu. Rintik air hujan
berirama berjatuhan turun dari langit, diiringi nada-nada gemuruh langit dan
cahaya kilat sesekali memotret bumi. Di depan rumahnya yang sederhana, Rani
masih memegang bolpoin hitam dan secarik kertas serta sebuah amplop. Nampaknya,
dia ingin menuliskan sepucuk surat cinta kepada seseorang yang sedang membuat
dia jatuh cinta.
Ahlussunnah Wal Jamaah : Penegasan Kiai Hasyim
Kiai Hasyim
dalam Risalah fi Taakkud al-Akhdzi bi
Madzahib al-Aimah al-Arba’ah (Pesan tentang Pentingnya Mengambil dari Imam
Mazhab yang Empat) menegaskan bahwa berpengang teguh pada empat Imam Mazhab
dalam fikih akan mendatangkan manfaat yang besar. Sebaliknya, mereka yang
menentangnya akan mendapatkan masalah yang amat besar. Ada beberapa alasan yang
di kemukakan. Pertama, mengacu pada ulama salaf merupakan consensus para ulama.
Paham keagamaan, khususnya hukum Islam, merupakan sebuah mata rantai yang tidak
terputus. Para pengikut sahabat (tabi’in)
mendasari pandangannya kepada para sahabat Nabi. Begitu pula para pengikut
tabi’in (tabi’i tabi’in) juga mengikuti para sahabat
tabi’in dan seterusnya. Hal itu meneguhkan bahwa seseorang tidak bias langsung
memehami teks Al Qur’an. Diperlukan sebuah kearifan dan keseriusan untuk
memahami pandangan ulama terdahulu dan tidak menganggap pandangannya sebagai
pandangan yang paling benar.
Langganan:
Postingan (Atom)

