Buku catatan
bapak ilmu komputer dan kecerdasan buatan, Alan Turing, laku dijual di New York
dengan harga 1,025 juta dollar AS atau sekitar Rp 12,3 miliar. Buku setebal 56
halaman itu berisi catatan Turing tentang dasar-dasar notasi matematika dan
ilmu komputer. Buku tersebut juga merupakan satu-satunya manuskrip Turing yang
masih ada saat ini. Rumah lelang Bonhams New York yang menjual buku itu tidak
bersedia menyebutkan nama pembelinya. Hasil penjualan akan disumbangkan ke badan
amal.
Home » All posts
Jembatan Keledai
Lewatlah
Jembatan Keledai jika ingin singkatkan perjalanan. Demikian petuah tua para
tetua kampung bagi kami-kami yang sering tersesat menempuh jalan pengembaraan.
Sungguh sangat singkat dan ringkas jalan para kelana jika menikung lurus dan
menapak tulus lewati Jembatan Keledai. Sungguh sangat ringkas dan tak perlu
melingkar putar menghindar jalan-jalan buruk jika tabah melintas Jembatan
Keledai.
5 Temuan Albert Einstein yang Tidak Populer
Persamaan E = mc2,
teori elativitas umum, efek fotolistrik, dan gerak Brown, merupakan terobosan
yang membuat Albert Eistein menjadi fisikawan terkenal pada abad ke-20.
Terlebih lagi teori relativitas umum, yang pertama kali diterbitkan pada April
seratus tahun lalu, masih menginspirasi fisikawan hingga sekarang.
Desa Berdikari Dorong Desa Lebih Mengenali Diri
Desa Berdikari
mulai diobrolkan masyarakat desa, terutama di wilayah Jawa Tengah. Berdikari
merupakan akronim dari Berdiri di Kaki Sendiri. Gubernur Ganjar Pranowo
menangkap semangat ini dalam program provinsi di bidang pemberdayaan
masyarakat. Provinsi Jawa Tengah juga menjadi model desentralisasi program
pemberdayaan masyarakat, khususnya urusan penanggulangan kemiskinan.
NU, Nasionalisme dan Politik : Oleh KH Abdurrahman Wahid
Kenyataan
politik di bawah kolonialisme Belanda menyadarkan aktivis gerakan Islam dan
gerakan nasionalis sebelum masa kemerdekaan. Dari kesadaran itulah lahir
berbagai gerakan Islam, seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Walaupun
‘berbaju’ gerakan kultural, tapi lingkup pembahasan di kalangan mereka bersifat
politis. Tidak heranlah jika para tokoh mereka juga berwajah nasionalis.
Sekilas Riwayat Kiai Ali Maksum dan Dinamisasi Teks-teks Klasik
Ketika bersantai
bersama teman-teman guru dalam suatu obrolan seputar peran ulama, salah seorang
dari mereka menyodorkan buku berjudul “Seratus Tokoh Islam Indonesia yang
Paling Berpengaruh”. Penulisnya menempatkan KH Hasyim Asy’ari para posisi
pertama, disusul kemudian berturut-turut tokoh pendiri Muhammadiyah KH Ahmad
Dahlan dan proklamator kemerdekaan Ir Soekarno. Yang menarik ketika membuka
daftar isi buku itu adalah tercantumnya nama Kiai Haji Ali Maksum pengasuh
pondok pesantren Krapyak Jogjakarta.
Langganan:
Postingan (Atom)





