Berapa lama Abu
Hurairah hidup bersama Nabi sampai ia menjadi sahabat yang paling banyak
meriwayatkan hadis? Ternyata, Abu Hurairah bersahabat dengan Nabi selama empat
tahun. Karena hidup dengan Nabi, Abu Hurairah banyak mendengar hadis dari
beliau, memperhatikan sunnahnya secara rinci, mengetahui penerapan Syariat
Islam dengan baik, serta mengetahui kedudukan Nabi. Nabi tidak menunda-nunda
memberikan jawaban kepada Abu Hurairah terhadap hal yang ia tanyakan kepada
beliau, karena beliau mengetahui Abu Hurairah memiliki semangat menuntut ilmu.
Suatu hari, Abu
Hurairah bertanya kepada Nabi, “Wahai Rasulullah, siapa manusia paling
beruntung memperoleh syafaatmu pada hari kiamat?” Rasulullah menjawab,
“Sungguh, saya telah menduga bahwa tidak ada seorangpun yang menanyakan hadis
ini lebih awal daripada kamu, karena saya melihat engkau mempunyai semangat
untuk mengetahui hadis. Orang yang paling beruntung memperoleh syafaatku pada
hari kiamat adalah orang yang berkata, ‘Bahwa tiada Tuhan selain Allah secara
ikhlas dari hati atau jiwanya.’”
Abu Hurairah
dikenal sebagai seorang penghafal yang teliti. Hal ini tidak terlepas dari
berkah doa Nabi kepada Abu Hurairah. Seseorang dating kepada Zaid bin Tsabit,
lalu menanyakan sesuatu kepadanya. Kemudian Zaid berkata kepadanya,
“Bertanyalah saja kepada Abu Hurairah, karena saat itu saya, Abu Hurairah, dan
orang yang bertanya berada dalam masjid, kami berdoa kepada Allah dan berdzikir
kepada-Nya. Tiba-tiba Rasulullah muncul di hadapan kami, dan beliau duduk
bersama kami, kemudian kami diam. Beliau bersabda, “Lakukan kembali apa yang
kalian lakukan.” Zaid berkata, “Kemudian saya dan temanku berdoa lebih dahulu
sebelum Abu Hurairah dan Rasulullah mengamini (mengucapkan “amiin”) doa kami.
Setelah itu Abu Hurairah berdoa, “Ya Allah, aku memohon apa yang telah diminta
kedua temanku sebelumnya, dan aku memohon kepada-Mu agar diberikan pengetahuan
(ilmu) yang tidak bias hilang (tidak terlupakan).” Rasulullah bersabda,
“Amiin.” Lalu kami berkata, “kami juga ingin meminta kepada Allah agar
diberikan pengetahuan yang tidak dapat hilang (lupa).”
“kalian telah
didahului oleh laki-laki yang berkebangsaan Daus itu (maksudnya adalah Abu
Hurairah).” Jawab Rasulullah.
Dengan doa yang
diamini Rasulullah tersebut, Abu Hurairah benar-benar menjadi sahabat penghafal
dan periwayat hadis paling utama. Pernah suatu hari Abu Hurairah mendapati
dirinya terkadang lupa terhadap hadis-hadis nabi. Oleh karena keadaan yang
demikian, ia pun mendatangi Nabi untuk meminta nasihat. Abu Hurairah berkata,
“Wahai Rasulullah, aku mendengar sesuatu dari engkau tetapi aku tidak bias
menghafalnya.” Rasulullah bersabda, “Lapangkanlah pikiranmu!” Abu Hurairahpun
melapangkan pikirannya. Setelah itu Rasulullah menuturkan banyak hal, dan Abu
Hurairah tidak lupa sama sekali dengan apa yang disabdakan Nabinya itu.
Kuatnya hafalan
Abu Hurairah banyak terlihat dari berbagai kisah yang menakjubkan. Misalnya
saja, pada masa Khalifah Marwan bin Hakam. Khalifah Marwan bin Hakam bermaksud
menguji hafalan Abu Hurairah. Untuk mengujinya, Khalifah Marwan memenggil Abu
Hurairah untuk menyampaikan hadis Nabi. Pada saat Abu Hurairah menyampaikan
hadis, Khalifah Marwan menyuruh para penilisnya menulis hadis yang disampaikan
Abu Hurairah di tempat yang tersembunyi tanpa sepengetahuan Abu Hurairah.
Beberapa tahun kemudian, Abu Hurairah dipanggil oleh Khalifah lagi untuk
menyampaikan hadis yang sama. Apa yang terjadi? Ternyata hadis yang disampaikan
pada masa sebelumnya tidak sedikitpun yang dilupakan Abu Hurairah. Hal ini
sudah cukup membuktikan betapa kuat hafalan Abu Hurairah. Kehebatanyya diakui
oleh para sahabat, tabiin, dan para ilmuan setelahnya.
Jumlah Hadis yang Diriwayatkan Abu Hurairah
Abu Hurairah
adalah sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadis Rasulullah. Berapa jumlah
hadis yang ia riwayatkan? Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya meriwayatkan 3.848 hadis dari Abu Hurairah dan di
dalamnya banyak terdapat hadis yang diulang-ulang redaksi dan maknanya. Setelah
hadis yang diulang-ulang dibuang pun, masih terdapat hadis dalam jumlah yang
banyak.
Adapun Imam Baqi
bin Makhlad (201-276 H) dalam kitab Musnad-nya
meriwayatkan 5.374 hadis Abu Hurairah, sedangkan dalam Sahihain (Bukhari dan
Muslim) terdapat 325 hadis Abu Hurairah. Akan tetapi, Imam Bukhari sendiri juga
meriwayatkan sebanyak 93 hadis dan Imam Muslim meriwayatkan sebanyak 189 hadis.
~Selesai
Artikel sebelumnya baca DISINI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar